Kamis, 03 Mei 2018

Refreshing Asik ke Air Terjun Madakaripura


Semangat pagi blogger.. mari kita buka awal mei 2018 dengan cerita saya yang menyegarkan otak di Air Terjun Madakaripura. Sudah ngga asing lagi kan dengan air terjun ini, tempatnya berada di kecamatan Lumbang, Probolinggo. Karena saya penduduk asli probolinggo jadi jarak yang di tempuh tidak begitu jauh dari rumah. Hanya sekita 45menit dari Kota. Perjalan bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Tapi lebih efisien dengan motor karena arena parkiran mobil lebih jauh dan biasanya mereka harus naik ojek untuk sampai di pintu masuk menuju gapura awal.


Sedikit bahas sejarah tempat ini nih, Mitos secara turun-temurun yang mereka yakini bahwa Mahapatih Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya di air terjun ini setelah dicopot dari jabatannya di kerajaan Majapahit karena membantai ratusan orang dari rombongan Kerajaan Sunda Galuh.

Air terjun ini juga dikenal sebagai air terjun abadi, karena airnya selalu melimpah dan tak pernah berkurang debitnya walau musim kemarau.

Menyimpan keindahan alam yang memesona, air terjun ini tercurah melalui struktur bebatuan yang membentuk gua berdiameter 25 meter. Sebelum menuju air terjun utama, ada empat air terjun lain yang salah satu diantaranya terdapat rongga seperti gua yang dipercaya bahwa tempat moksa sang Mahapatih.


Untuk jalan menuju air terjunnya ngga begitu jauh sekitar 30 menit. Jalannya bagus kok jadi ngga usah khawatir becek. Tapi untuk jarak 50meter sebelum air terjun biasanya banyak penjual jas hujan untuk mereka yang tidak ingin basah terkena cipratan air terjun. Jadi sebelum kita sampai di air terjun inti kita harus melewati sungai dan air terjun kecil. Dan sedikit melewati tebing untuk menuju inti air terjun. Nah disini saya sarankan untuk menggunakan sandal gunung atau sepatu yang nyaman dan tidak licin. Banyak penjual sandal jepit sih.. untuk kalian yang menggunakan sepatu dan sayang jika basah kasian bisa beli sandal disana tapi kalau saya pribadi saya takut sendal pedot ( makluk kaki saya sedikit lebar ). Paling aman adalah menggunakan sandal gunung, jangan sekali sekali tanpa alas kaki karena itu sangat membahayakan, takut tertusuk ranting pohon dan licin. Untuk tiket masuknya 13k/orang. Saya juga sarankan untuk pergi kesana pada pagi hari sebelum pukul 08.00 karena selain udaranya masih segar, tempat wisata ini juga sepi di jam pagi jadi untuk kalian yang ingin menikmati suasana alam dan berfoto anti bocor jangan berkunjung di atas pukul 12.00 siang. So.. selamat berlibur.

Jumat, 06 April 2018

Liburan ke Yogyakarta ala backpacker


Assallamualaikum .. waaah udah lama banget saya gak update nih. Kali ini saya mulai coba menulis tentang pengalaman saya berlibur ala ala backpacker. Oke nggak perlu basa basi lagi kita simak cerita berikut. Tepatnya akhir maret 2018 saya dan teman saya memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke daerah istimewa yogyakarta. Menariknya adalah kami sudah merencanakannya h-90. Serius ini lama banget karena ini pertama kalinya kita nekat liburan backpacker cuma berdua dan kita sama sama perempuan. Dan liburan kita benar benar berjalan mulus berkat rencana matang yang sudah kami buat. Oke kita bakal kasih tips buat kalian yang punya rencana buat liburan ala backpaker seperti kita :



1. Siapkan rencana dan niat. Karna tanpa niat semua akan sia sia

2. Buat tujuan wisata, kalian bisa browsing tentang harga dan jam buka, dan jangan lupa kalian harus cari tau tentang akses yang bisa ditempuh. Kalian bisa sewa mobil, motor bahkan kalian bisa menggunakan ojol karena sekarang teknologi sudah sangat canggih. Right

3. Siapkan pakaian yang harus kalian gunakan. Mungkin bagi laki laki ini tidak terlalu penting tapi bagi kami (perempuan) kami berniat untuk liburan sambil berfoto jadi gimanapun caranya kita memang harus tetap tampil cantik dan gak ribet untuk mengisi feeds instagram

4. Sipakan kamera ( kamera apapun yang kalian punya) kalo gak mau ribet sih gak masalah karena di jogja banyak banget penyewaan kamera dan fotografer freelance gitu

5. Siapkan fisik dan tenaga yang sehat karena kalian bakal nenteng ransel berat dan kalian bakal sering jalan untuk menghemat biaya

6. Yang utama adalah kalian harus siap budget. Karena kalian harus pesan tiket ( kita gunakan tiket kereta karena itu kendaraan yang lumayan gak capek dan harganya lumayan lah) lalu jangan lupa sebisa mungkin kalian harus pesan hotel ( nggak perlu mahal yang penting bersih )


Jadi seperti itu.. lanjut berikutnya kami akan bahas tempat tempat yang kami kunjungi beserta harga tiket yang tertera. Tiket kereta berangkat 175k/orang (malioboro expres) dan kami sampai tugu jogja sekitar pukul 04.00 dan dari tugu jogja kami berjalan menuju hotel di daerah malioboro sekitar 15 menit. Kami menginap di penginapan “Munajat Backpaker” dengan harga 125k/malam untuk 2 orang dan itu termasuk rekomend banget karena kondisi penginapan yang instagramable, penjaganya ramah banget dan sebelahnya pas masjid jadi kalian nggak usah bingung cari masjid buat sholat subuh. Nah setelah kami mandi dan meletakkan barang bawaan kami sekaligus menyewa motor untuk selanjutnya kami lanjut ke daerah Bantul. Pukul 06.00 kami langsung berangkat berbekal map google . Perjalanan cukup mudah di tempuh karena medannya ngga terlalu sulit jadi untuk ukuran pemula seperti kita 1,5 jam kami sudah sampai di Hutan Pinus Mangunan. Tiketnya total 7k untuk 2 orang dan sudah termasuk parkir. Untuk tempat ini saya pribadi ngga rekomend sih karna terlalu ramai padahal masih pagi dan saya pikir isinya ngga lebih Cuma hutan pinus biasa. Oke next lanjut kita naik lagi dengan motor yang sepanjang perjalanan itu kita bisa jumpai banyaak sekali wisata pinus macem macem gaes, kalo kalian mau kalian bisa berhenti di setiap titik wisata karena tempatnya memang searah. Tujuan kami berikutnya adalah Pinus Pengger ( sepertinya ini pinus paling ujung dan ini baru rekomend buat kalian. Ngga perlu khawatir hasil foto yang g bagus karena disana ada fotografer 3k/foto jadi kalian tinggal sedia duit aja sih. Untuk tiket masuk sama seperti yg awal 7k untuk 2 orang sudah termasuk parkir. Di dalemnya banyak penjual makanan ringan buat ngganjel perut kok g usah khawatir kelaparan ya. Untuk spot fotonya lumayan banyak dan ada satu tips lagi.. sebisa mungkin kalian datang pagii banget karena jika matahari sedikit naik maka hasil foto yang di dapat bakal gelap. Yah sebenernya spot foto disini direkomendasikan petang/ malam hari . tapi mengingat kendaraan yang kita gunakan dan kita sadar diri kita wanita kita ngga berani lewat jalan di hutan keadaan malam hari. Lanjuut karena hari sudah mulai siang, kami lanjutkan perjalanan turun tapi sebelumnya kami makan siang dulu pas di depan hutan Pengger ada warung murah banget dan sambelnya juga enak ( kenapa jadi ngomongin sambel) , tapi saya lupa nama warungnya yang jelas untuk seporsi lalapan lele dan es degan sebanyaaak itu Cuma dihargai 21k. Pukul 13.00 kami memutuskan untuk turun mencari objek wisata berikutnya lalu kami memutuskan untuk mampir ke “Pintu Langit” HuAllah ini panasnya bukan main. Tiketnya sama aja 7k seperti yang awal dan mungkin karna siang hari dan terik jadi tempat ini sepi banget. Saya pribadi suka sih untuk tempat ini karena kita bebas ambil foto tanpa harus antri tapi resikonya kita kepanasan. Puas kita foto kita turun melanjutkan perjalan sambil mencari masjid terdekat untuk mendinginkan tubuh sekalian kita meregangkan kaki kita yang sudah mulai lelah sekali naik turun hutan pinus yang seriusan itu lebar banget gaes dan medannya juga naik turun.


Kira kira sejam kita istirahat di masjid sekalian charger kamera dan hp, kami lanjut perjalanan ke “Gumuk Pasir’. Nah untuk tempatnya masih satu wilayah dengan Pantai Parangtritis . Masuk gerbang awal kita di haruskan membayar tiket masuk 14k untuk 2 orang. Untuk di gumuk pasirnya sendiri hanya membayar parkir 2k dan jarak dari gerbang awal sekitar 15 menit kalo kalian ngga salah jalan (sebenernya kita yang salah jalan karena kita terlalu terpaku pada google map ). Gila panas banget bibir rasanya kering dan anginnya lumayan kenceng dari arah laut. Untuk hari pertama seperti itu saja perjalanan kami. Setelah dari gumuk pasir beberapa jam kita memutuskan balik hotel untuk istirahat sebentar.

FB1U1HNuBa4/Wsc4cKxrp3I/AAAAAAAAfWs/aZJmpaixyhwdZZo9NAc1TqwqMOMw1IocACLcBGAs/s1600/gumuk.jpg" imageanchor="1" >

Malamnya kita coba sedikit berbelanja daster buat tidur dan sambil kita ngopi tipis sambil menikmati nasi kucing di pinggir jalan. Malam itu begitu tenangnya menikmati jalanan sambil membujurkan kaki. Keesokan harinya tujuan wisata kita adalah “Taman Sari’. Karna motor yang kita sewa hanya sehari dan kita berniat naik kendaraan umum jadi kita putuskan naik bis trans yang haltenya ada di depan hotel kami yang harganya Cuma 3.5k di lanjutkan kita naik becak 10k ( sebenernya 15k tapi kami tukang tawar menawar) dan kita sampai di tujuan terlalu pagi. Kita sampai jam 08.00 dan ternyata di taman sari baru buka tiket pukul 09.00. Lalu entahlah keberuntungan apa yang kami dapat tiba tiba kami denger ada salah satu guide yang bilang ke orang kalo dia mau nganterin mereka liat Masjid Bawah Tanah dulu sebelum sambil nungguin taman sarinya buka. Nah kita kan ngikut aja kan kita pikir ya daripada kita diem bedo depan gerbang gitu kan, yaudah pas diikutin MashaAllah.. ternyata ini spot foto yang kita cari. Dan ternyata itu namanya masjid dalam tanah. Yang isinya itu seperti labirin terus ada lorong lorong bentuk kuba gitu. Wah langsung aja kita foto foto heboh . terus entah kenapa tiba tiba ada bapak bapak deketin kita yang heboh ini terus bilang mau bantuin foto kita. Kita iyain aja kan dari pada kita foto pake tripod kecil dan hasilnya ga begitu bagus. Pas dilihat hasilnya gilaaaaaaaaak keren banget sumpah.si bapaknya ini ternyata aku baru tau ternyata beliau ini guide gaes dan yaudah kita keliling sama bapak ini sambil foto dan bapaknya seneng banget gitu motoin kita sambil cerita sejarahnya di area taman sari dan masjid dalam tanah tersebut. Ngomong ngomong soal tiket harganya 13k itu untuk 2 orang dan untuk 1 kamera tapi setelah kita bayar tiket kamera ternyata batry lowbat dan mati yaudah terpaksa pakai kamera hp yang hasilnya g buruk sih. Bapak guide nya keren sumpah. Capek banget keliling sambil foto dan kita juga sambil ngejar jam akhirnya sampai di pintu keluar dan di pintu keluar kita mampir toko baju ( distro) “Voice of Jogja” katanya sih bahannya dari bambu.. aku liat bajunya keren keren sih bagus mantap jadi kalo kalian wisata ke taman sari jangan lupa sempetin beli baju disana ya .


Oke backpacker selanjutnya adalah kita balik naik becak dan becaknya juga sengaja dicariin sama bapak guidnya, sumpah bapak guidenya baik banget. Dan jujur kita gatau untuk harga guide harusnya kita ngasih berapa dan kita putuskan kita kasih 50k ( mudah mudah an itu gak kemurahan ya, dan kalo misal itu kemahalan kami ihklas karena bapaknya baik banget asik terus hasil fotonya pro banget gaes). Lanjut kita naik becak sengaja di anterin ke pusat oleh oleh bakpia sama pak becaknya terus kita lanjut ke hotel ambil barang ganti baju dan kita cus lanjut ke stasiun. Kok ke stasiun sih? Iya soalnya kita mau nitipin barang barang kita sebelum kita nggembel di pinggir jalan sambil nunggu kereta pulang kita pukul 00.00 dini hari. Bagi yang belum tau di stasiun ada jasa penyewaan loker bagi mereka yang gamau ribet bawa barang. Per 12jamnya 60k lumayan lah bagi 2 jadi masing masing kita bayar 30k. Setelah itu kami lanjut keluar stasiun cari makan siang dan belanja oleh oleh ke Pasar Bringharjo”. Skill tawar menawar harus beneran di pakai biar g ditipu ya gaes.. oh iya kita ke Bringharjo naik bis trans loh. Transportasi termurah dan efisien.. setelah belanja kami santai di masjid sambil mandi sore lalu kami menghabiskan sisa hari di angkringan pinggir jalan untuk kedua kalinya .lalu 1jam sebelum kereta berangkat kita kembali ke stasiun untuk mengambil barang dan menunggu kereta kami tiba sayangnya kereta kita terlambat 45 menit jadi yang seharusnya tiba pukul 00.00 jadi molor 00.45 yasudahlah.. yang penting kita bisa pulang. Dan itulah pengalaman backpacker kami ke jogja, dibawah ini akan kami tulis rincian pengeluaran kita . Terimasih sudah meluangkan membaca..


Xhk_OUCBa48/Wsc4eC6XPBI/AAAAAAAAfW0/32cMoWWXinAadaNtyJQLKRvn_bizsui6gCLcBGAs/s1600/taman%2Blangit.jpg" imageanchor="1" >

Tiket Berangkat = 175k Malioboro expres | Tiket Pulang = 190k Mallabar | Sewa Motor 80k | Hotel = 125k | Bensin = 30k | Hutan Pinus Pengger 3.5k | Hutan Pinus Mangunan 3.5k | Gumuk Pasir = 14k +2k | Biaya makan = 20k x 6 | Belanja =400k | Bis trans 3.5k x 2 | Guide = 50k | Becak = 50k (dari taman sari ke hotel ke stasiun dan kita masih muter muter) | Fotografer Pinus Pengger = 80k ( hitungan 3k/foto dan kita foto banyak + sewa hammock 10k/hammock | Penitipan barang di stasiun 60k/12jam karna dibagi 2 orang jadi @30k | Jadi total keseluruhan 1.340k .


Jadi kira kira uang minimal yang wajib dibawa ya sekitar itu gaes.. lumayan kan buat backpacker pemula. Kalo bisa sih jangan bawa duit pas dan kalo bisa banyakin bawa duit receh ya soalnya selain butuh banget buat tiket disana juga banyak banget pengamen jalan yang harus kita apresiasi lah ya. Oke sekian tulisan dari saya next bakal sharing lagi backpaker selanjutnya. Oke see you..

Selasa, 16 Januari 2018

Gili Island #backpacker


Hai.. ini aku dan 3 sahabatku. Kali ini aku mau menceritakan tentang perjalan liburan singkat kami berempat beberapa bulan lalu. Yah, kami berasal dari Jawa Timur. Dan kali ini kami ingin menghilangkan sejenak penat dengan berlibur ke pulau Gili. Dimana itu? Pulau gili terletak di Utara Kota Probolinggo perjalanan ditempuh dengan kapal yang disewa sekitar harga 7500 dan perjalanan 30menit dari dermaga. Tidak mahal, dan sangat menyenangkan. Pertama mau ngenalin satu satu sahabatku ku dulu. Yang pertama ada noviani, kita biasa manggil kak nopik karna dia terhitung usia tertua di antara kami tapi tak jarang kami manggi nopik. Dia kelahiran thn 1991 udah nikah dan baru aja hamil. Dan dia di dampingi suaminya saat berlibur bersama kami. So sweet ya. Yang kedua ada Neni, guru muda udah nikah juga nih gaes tapi kali ini suaminya gabisa nemenin dia. Biasanya sih kita manggil neni dengan sebutan neninen dan dia kelahiran thn 1993 . Nah yang terakhir ada Yunita yang paling tinggi. Wanita single kelahiran 1993. Biasanya di panggil cungkring karna badannya lurus. Dan aku sendiri Laras.. single parent ,kelahiran 1992. Oke cukup perkenalannya, kita bahas soal liburan murah meriah . Jadi gaes untuk menuju pulau gili itu ngga susah. Dan sekarang udah ada akun resmi yang menawarkan paket liburan hanya dengan harga 85000. Biasanya sih untuk pengunjung luar kota booking lebih dulu karna mereka gatau lokasinya. Nah buat kami nih karna udah tau lokasi dan kebetulan emang kami penduduk asli Probolinggo, kami lebih memilih untuk naik kapal perorangan yang harganya Cuma 7500 seperti yg aku bilang diawal. Lah kok beda? Kok murah banget? Iya dong.. karna kita ikut kapal yang biasa di naiki pedagang dan penduduk asli gili untuk menyebrang. Sebenarnya sama saja hanya bedanya kita kumpul sama pedaganga ikan dan sejenisnya dan lokasi pemberhentian kapal pun beda gaes. Klo umum kita turun di dermaga yang letaknya di tengah pulau sedangkan untuk kapal paketan berhenti di ujung pulau tempat spot terbaik ketika berfoto. Jadi.. yang mau murah meriah seperti kita yang budgednya pas pasan dan memang sengaja dibuat low budged gini harus ekstra menghimpun tenaga buat jalan dari tengah ke ujung pulau demi mendapatkan spot terbaik berfoto. Kita jalan lewat rumah penduduk atau jalan di pinggir pantai gitu.. keren loh.. sumpah deh. Dan hal penting yang wajib dibawa itu sunblock. Kalo kalian gamau kulit kalian terbakar ya harus sedia semua krim krim pelindung dan topi ya gaes. Tapi kita yang pake topi pun masih ngerasa terbakar dan kulit belang sih karna udara dan panas pantai yang memang lumayan terik. Untuk yang paketan sepengetahuan saye itu kalian dapet makan siang dan snorkling. Yang gabisa renang pasti di ajarin sih kan pake pelampung dan sejenisnya itu. Tapi ada beberapa kasus yang meninggal sih tapi ya udahlah ya itu mungkin meninggal karna udah takdir lah ya. Ngga usah terlalu ribet. Oke next, klo ngga ikut paketan tetep bisa beli makan kalo kalian laper dan jangan khawatir soal sinyal, lancar jaya . Untuk harga makanan masih normal kok jadi ngga perlu khawatir bakal kemahalan atau gimana. Dan soal spot foto disini kita ngga ngluarin duit lagi, ngga seperti tempat wisata sekarang dimana mana tiap ambil foto bayar.. disini engga kok. Jadi kalian bebas mau ambil foto sesukanya.

Nah bagi yang bingung pulangnya gimana, bagi yg udah paketan sih ngga bakal bingung karna kalian bakal di jemput kapal dan yang umum kek aku gini ngga perlu bingung juga karna kita bisa ikut kelompok paketan buat balik. Jadi tinggal nggabung aja sama mereka pas kapal mau balik ke kota. Untung untung kalau gratis karna biasanya mereka ngga inget siapa aja yang udah bayar paketan. Kalo mereka inget sih biasanya minta bayar 10k. Aku pikir uang segitu lumayan lah daripada harus nunggu kapal umum yang mau ke kota kan mending naik kapal yang ada aja. Oke aku mau coba hitung pengeluaran ala ala backpaker lowbudget : kapal berangkat 7,5k , air kepala ( haus ) : 12k , kapal pulang : 10k Karna kami ngga makan disana dan kami emang sengaja bawa cemilan sendiri dari rumah jadi total yang kami keluarkan hanya 29,5k . Murah kan.. dan bagi yang mau nunggu sampai matahari terbenang ya silahkan saja karna aku pribadi udah pernah ngerasain naik kapal di atas jam 18.00 . itu nyawa udah berasa di ubun ubun karna ombak air laut yang begitu gede. Hehe

Oke sekian dari saya.. wasalam