Jumat, 24 Oktober 2014

Cerita SeMPit


Ini cerita kami, SEMPIT (sendal ama Jepit), cerita sepasang sejoli yang sulit dipisahkan. Sederhana memang, berkesan merakyat, simple dan jauh dari kata mewah. Kemana mana slalu beriringan, melangkah seirama, bersuara senada. Aku slalu mendampingimu kemanapun kamu melangkah, begitu pun sebaliknya. Pijakan dekil, kotor, berlumpur menjadi rute sehari hari kami. Tak masalah bagiku, karna kebahagian kami tak diukur dari seberapa bersih rute yang kami lewati melainkan seberapa setia kami saling mendampingi. Aku dan kamu adalah sendal dan jepit..

Sendaljepit, ungkapan yang pas bagiku. Dari sisi lain ada makna yang tersimpan dalam. Lihat, seberapa bergunanya kami, seberapa pentingnya kami, dan lihat, sesetia apa kami
Aku sederhana

Aku biasa

Aku elegant

Namun bukan single melainkan double

Di balik kesederhanaanku tersimpan kesetiaan

Sedal dan jepit tak pernah berpisah..slalu menerima keadaan masing2..terkadang KECOA pun jadi sasaran pijakan keegoisan kita.. Karna kita slalu berjalan bergantian. Tak ada yang ingin menang sendiri..ataupun berlomba2 tuk jadi yang terdepan, itu semua karna kita tau bahwa tujuan kita sama dan di dimanapun itu kita akan berdiri sejajar..

Sendal tanpa jepit tak ada artinya..begitupun sebaliknya..

Ada suatu cerita,

Suatu ketika sendal jepit bertemu sepasang sepatu

Sepatu pun menyapa "hai sendal jepit ,sial banget nasibmu bentuk mu buruk tak menarik" ucap sepasang sepatu dengan nada sombong. Sendal hanya terdiam dan tersenyum, "apa menariknya jadi sendal jepit?? tidak ada kebanggaan bagi pemakainya, tidak pernah di sesali jika hilang, kasihan sekali kamu" ujar sepasang sepatu.

Sendal jepit menarik napas dan berkata " wahai sepatu yg terhormat,semua orang mungkin memiliki kebanggaan jika memakaimu dan memamerkanmu ,tetapi ingat kamu hanya menemani dalam ke-semu-an dan di pakai sesekali saja. Beda kan dengan kami, kami siap menemani kemana saja bahkan kami sangat loyal meski digunakan ke toilet,kami memunculkan kerinduan bagi pemakainya, setelah seharian dalam cengkraman keindahanmu maka manusia akan merindukan kami. Karna apa wahai sepatu?? karna aku memnuculkan kenyamanan kelonggaran,kami tidak membutuhkan perhatian dan perawatan spesial. Dalam kamus kehidupanku jika kita ingn membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya. Lihat sahabatku sepatu bahkan dalam berbuat baik pun manusia mengajakku dan meningalkanmu" sepatu menatap kepergian sendal jepit ke mushola untuk mengambil wudhu. Dan sepatu pun memandang sambil berbisik perlahan "trima kasih sendal jepit engkau telah memberikan pelajarn berharga"


Sendaljepit, sepasang yang saling mengisi. Tak akan bernilai ketika kehilangan satu sama lain. Tak mampu berjalan sendiri, tak kuasa menahan kepedihan. Kami tak berarti ketika satu diantara kami pergi. Kami tak bernilai ketika satu diantara kami terluka...


@bundaraihan92

@ulilabdi